Nadhifa Herba Menyediakan Berbagai Macam Herbal Seperti Madu, Propolis, Habbatussauda, Suncream, Koyo Kaki, Otem dan Lain-lain

Jumat, 20 Juli 2012

Ramadhan dan Kesehatan

Ramadhan dan Kesehatan. Marhaban yaa Ramadhan. Alhamdulillah telah tiba bulan yang kita rindukan yaitu bulan Ramadhan, bulan dimana melimpahnya pahala dan ampunan dari Allah SWT. Sahabat nadhifa herba kali ini saya akan sedikit menjelaskan yang saya ketahui kaitan antara ramadhan dan kesehatan.
            Hakikat puasa di bulan ramadhan adalah membentuk manusia yang bertaqwa. Tidak hanya sekedar untuk kesehatan fisik, namun puasa dibulan ramadhan hakikatnya sebagai sarana kesehatan jiwa. Berikut beberapa hakikat puasa ramadhan :

Puasa Ramadhan Menguatkan Jiwa
Dalam ajaran Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk dapat mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak memiliki keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. apabila dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yg kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu dan akan mengalihkan penuhanan dari Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya:
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nyadan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?.” (Qs. Al Jaatsiah, 45: 23)
Dengan ibadah puasa manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi disisi Allah Swt

Menumbuhkan motivasi
Puasa akan mendidik seseorang untuk memiliki motivasi/kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik dan benar akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar.

Puasa Menyehatkan Badan/Raga
Disamping kesehatan jiwa, puasa yang baik &benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan bagi tubuh kita. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air dan 1/3 untuk udara. Oleh karena itu diwaktu berbuka puasa, tidak boleh terlalu banyak makan sekalipun makanan itu halal sehingga perut tidak mampu memuatnya lagi.

Dengan Puasa Ramadhan dapat Mengenal Nilai Kenikmatan
manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air.
Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan

Puasa dapat Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain
Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi,

Melatih Diri Untuk Menundukkan Musuh Allah
Musuh Allah Swt yaitu syetan (baik dari kalangan jin maupun manusia) menggunakan sarana syahwat untuk mengalahkan lawannya (manusia). Syahwat terbagi menjadi dua macam, yaitu syahwat yang timbul dari perut dan dari kemaluan. Syahwat ini bisa menjadi bertambah kuat karena makanan dan minuman. Selama ladang syahwat tetap subur, maka syetan bisa bebas berkeliaran ditempat gembalaan yang subur itu. Tetapi jika syahwat dipersempit dengan berpuasa maka jalan kesana juga menjadi sempit bagi si syetan itu.

Puasa Menahan Seluruh Anggota Tubuh Dari Perbuatan Dosa
Khususnya memejamkan mata dan mengekangnya dari melihat yang diharamkan Allah, menjaga lisan dari perkataan yang berdosa dan kotor, jelek dan menjijikkan, menahan pendengaran dari mendengarkan apa saja yang tidak disenangi menurut ukuran agama, karena setiap perkara yang haram diucapkan maka menjadi haram pula mendengarkannya, menahan tangan dan kaki jangan sampai mengerjakan hal-hal terlarang dari segi agama, demikian pula menahan perut dari memakan apa-apa yang haram dan syubhat. Sebab apabila orang yang berpuasa memakan sesuatu yang haram atau syubhat berarti sia-sialah puasa yang dikerjakan. Jika semua ini telah difahami dapatlah kita mengambil kesimpulan sesuai

Wallohu A’lam Bissowwab…