Nadhifa Herba Menyediakan Berbagai Macam Herbal Seperti Madu, Propolis, Habbatussauda, Suncream, Koyo Kaki, Otem dan Lain-lain

Jumat, 03 Agustus 2012

Makna Shaum

Makna Shaum. Makna Shaum secara bahasa (etimologi) adalah “Al Imsak” yang artinya “menahan”. Imam Abu ‘Ubaid dalam Gharibul Hadits menerangkan bahwa “Semua orang yang menahan diri dari berbicara, makan, atau berjalan maka dia dinamakan sha’im (orang yang sedang bershaum).


Adapun makna shaum secara istilah (terminologi), para ulama membuat definisi yang bermacam-macam. Salah satunya adalah Dr. Wahbah Zuhaili di dalam kitabnya tafsir Al Munir, menjelaskan bahwa shaum adalah menahan diri dari makan, minum, jima’, dimulai dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Diawali dengan niat hanya mengharapkan ridha Allah SWT dan dengan maksud membina diri dalam ketakwaan kepada Allah SWT. (Wahbah Zuhaili, 1991:I/128).
Adapun ulama tafsir lainnya yaitu Ibnu Katsir di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa shaum adalah menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami istri, menjaga kebersihan diri dari perbuatan terceladan akhlak yang buruk, dengan niat ikhlas karena Allah SWT. (Ibnu Katsir, 2002:I/186).
Penjelasn para ulama dalam mendefinisikan shaum memiliki satu definisi yang umum, yaitu ibadah yang dilakukan oleh seorang Mukallaf (seorang muslim yang sudah memenuhi syarat untuk menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan dalam agama islam) untuk menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat membatalkan shaum, diiringi niat ikhlas mengharap ridha Allah SWT, dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Shaum merupakan ibadah yang tidak hanya melibatkan organ fisik semata, melainkan juga melibatkan hati dan pikiran.
Shaum adalah ibadah yang berbeda dengan ibadah lainnya, shaum memiliki karakteristik khas, salah satunya adalah ia ibadah yang tidak terlihat oleh orang lain. Shalat masih bisa dilihat dengan gerakannya, demikian juga dengan zakat dan ibadah haji. Sedangkan shaum hanyalah diketahui oleh pelakunya dan Allah SWT. Oleh sebab itu, keimanan benar-benar menjadi factor terbesar di dalam pelaksanaannya. Bukan berarti ibadah-ibadah lain tidak dipengaruhi dengan factor iman, namun dalam ibadah shaum factor keimanan kepada Allah SWT ini jauh lebih besar lagi.

Sumber : Buku Hakikat Shaum Ramadhan, Penulis : Aa Gym