Nadhifa Herba Menyediakan Berbagai Macam Herbal Seperti Madu, Propolis, Habbatussauda, Suncream, Koyo Kaki, Otem dan Lain-lain

Senin, 21 November 2011

Keunikan Sarang Lebah Madu

Lebah madu adalah sosok arsitek alam yang paling disiplin, lebah madu hidup berkoloni dan memproduksi salah satu makanan yang terbaik di dunia yaitu madu. Lebah madu menyimpan madu dalam kantung-kantung madu yang berbentuk heksagonal yang mereka bangun.

        
       Pernahkah sahabat nadhifa herba berfikir kenapa lebah madu membuat kantung-kantung madu berbentuk heksagonal? Para ahli matematika mencari jawaban atas pertanyaan ini dan setelah melakukan penelitian dan perhitungan yang panjang akhirnya dihasilkan jawaban yang menarik, yaitu cara terbaik membuat gudang simpanan dengan kapasitas terbesar adalah dengan membuat dinding bebentuk heksagonal. Sahabat Nadhifa Herba mari kita bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain, andaikan lebah madu membuat kantung-kantung penyimpanan dalam bentuk silinder atau seperti prisma segitiga, maka akan terbentuk gate diantara kantung satu dengan yang lainnya, dan tentu akan lebih sedikit madu yang tersimpan di dalamnya. Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan gate, tapi para ahli matematika menyadari satu hal terpenting, yaitu dari semua geometris tersebut yang memiliki keliling paling kecil adalah bentuk heksagonal. karena alasan inilah walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi luasan areal yang sama, material yang diperlukan oleh heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga. Singkatnya suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk mendapatkan kapasitas simpan terbesar dengan bahan bahan baku lilin dengan jumlah paling sedikit
Hal lain yang mengagumkan dalam kantung lebah madu ini adalah kerjasama diantara lebah madu dalam membangun kantung-kantung madu. Bila sahabat nadhifa herba mengamati sarang lebah madu yang sudah jadi, mungkin sahabat nadhifa herba berfikir bahwa sarang madu tersebut terbangun sebagai blok tunggal, padahal sebenarnya lebah-lebah madu mulai membangun sarangnya dari titik yang berbeda-beda, ratusan lebah madu menyusun sarangnya dari tiga atau empat titik yang berbeda, lebah madu melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu ditengah-tengah, tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat dimana lebah madu bertemu.
Lebah madu juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan yang lainnya pada saat membangun sarangnya, suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu di bangun dengan kemiringan 13o (13 Derajat) dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas, kemiringan ini mencagah madu agar tidak mengalir ke luar dan tumpah. Kebelahan bumi manapun sahabat nadhifa herba pergi, lebah madu senantiasa berhasil membangun sarangnya yang luar biasa secara sempurna, luar biasanya lebah madu melakukannya di bagian sarang terdalam dan dengan keadaan gelap gulita dimana sinar matahari tidak dapat masuk.
Ada fakta yang sangat menarik sahabat nadhifa herba, lebah madu menunjukan sifat yang luar biasa dari saat lebah madu lahir, lebah madu tidak memerlukan waktu untuk belajar cara mengamati struktur dan posisi kemiringan kantung-kantung madunya. Sejak pertama kali lebah madu membuka mata, lebah madu telah memiliki insting dan kemampuan untuk melakukan beragam hal ini.
Lalu siapakah yang mengajarkan lebah madu tentang seni artsitektural ini? Dia adalah Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Dalam Al-qur’an Allah SWT mengungkapkan rahasia kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki lebah madu dalam surat An-nahl ayat 68-68 sebagai berikut : Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl : 68-69)

Wallahu A’lam Bissowwab.