Nadhifa Herba Menyediakan Berbagai Macam Herbal Seperti Madu, Propolis, Habbatussauda, Suncream, Koyo Kaki, Otem dan Lain-lain

Senin, 06 Agustus 2012

Ramadhan Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Ramadhan Bulan diturunkannya Al-Qur’an. Turunnya wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5, adalah pada hari senin hari ke-21 di bulan Ramadhan di malam hari bertepatan dengan tanggal 10 Agustus tahun 610 M. tepatnya ketika usia Rosulullah Saw saat itu 40 tahun 6 bulan 12 hari menurut perhitungan bulan qomariyyah. Menurut hitungan bulan Masehi berusia 39 tahun 3 bulan 20 hari.

Para pakar sejarah berbeda pendapat dalam menetapkan permulaan turunnya wahyu yang pertama. Sebagian besar dari mereka berpendapat bahwa pengangkatan Rosulullah dan turunnya wahyu itu terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal. Satu pendapat mengatakan bulan Ramadhan, pendapat lain mengatakan bulan Rajab. Kami menguatkan pendapat kedua, yaitu pada bulan Ramadhan, yang dikuatkan oleh firman Allah : “Bulan ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an”. (Al-Baqarah : 185). Dan Firman Allah : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”. (Al-Qodar : 1).
Sebagaimana kita ketahui bahwa Lailatul Qodar itu terjadi pada bulan Ramadhan. Inilah maksud dari firman Allah pada surat Ad-Dukhan : 3, “Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang member peringatan”. Karena pada saat itu Beliau berada di gua Hira, berarti malaikat Jibril turun di sana, sebagaimana yang sudah diketahui.
Kemudian terdapat perbedaan pendapat dalam menetukan hari turunnya wahyu pertama itu. Satu pendapat mengatakan pada hari ke-7, ada juga yang berpendapat hari ke-17, pendapat lain mengatakan tanggal 18. Ibnu Ishaq dan beberapa ulama lain berpendapat bahwa wahyu pertama turun pada hari 17 Ramadhan. Kami menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa wahyu tersebut turun pada hari ke 21 Ramadhan, sebagaimana para ahli sejarah mengatakannya. Hari itu adalah Senin. Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah, bahwa Rosulullah Saw ditanya tentang shaum sunat hari senin, beliau menjawab, “Hari itu adalah hari kelahiranKu, dan hari itu adalah hari pertama Aku mendapat Wahyu”.  Dalam redksi yang lain diriwayatkan, “Itulah hari dimana Aku dilahirkan dan pada hari itu juga aku diutus sebagai Rasul atau turun kepadaku wahyu”. Lihat Sahih Bukhori dan Muslim I/368, Ahmad, V/297, Baihaki, IV/28-300, dan Hakim, II/2-6.
Hari senin tahun tersebut bertepatan tanggal 7, 14, 21, dan 28 Ramadhan. Berbagai riwayat yang shahih menuturkan bahwa Lailaul Qodar itu terjadi pada malam-malam ganjil dipertigaan terakhir bulan Ramadhan. Apabila kita bandingkan antara Firman Allah dalam surat Al-Qodar ayat 1 dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah, kita memperoleh keterangan yang tegas bahwa Nabi Muhammad Saw diutus pada hari senin dan berdasarkan perhitungan kalender tahun tersebut ditentukan bahwa itu terjadi pada tanggal 21 pada malam hari di bulan ramadhan.

Wallahu A’lam Bissowwab.

Sumber :  Syaifurrahman Al-Mubarakfury, Shahih Sirah Nabawiyah, 2007